5 metode menghafal ust Faakhrurrazi
Ahad, 12/02/23. Acara seminar al-qur'an yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salaf Modern (PPSM) Thohir Yasin bersama Narasumber Ustadz. Fakhrurrazi Anshar, B.Sh, M.A, Ph.D. Selaku Direktur markaz hijrah Indonesia dan pembina artis hijrah Indonesia dengan pendidikan lulusan terbaik universitas of africa, sudan. Kegiatan ini khusus dihadiri oleh para santri/wati Thohir Yasin dan Mahasantri/wati Ma'had 'Aly Thohir Yasin.
Beliau (Ustadz fahkhrurrazi, B.Sh, M.A, Ph.D.) Dalam acara seminar tersebut, Memberikan banyak motivasi untuk para santri/wati dan Mahasantri/wati dengan memberikan pandangan tentang mudahnya, tips-tips serta keistimewaan menghafal alqur'an. "Menghafal alqur'an itu tentang 2 hal. Menghafal selamanya atau muroja'ah selamanya dan menghafal alqur'an itu sangat mudah karena alqur'an sendiri sudah dipermudah untuk menghafalnya sebagaimana firman allah dalam Q,S. Al-Qomar Ayat; 17, 22, 32, 40."
Dengan banyaknya pengalaman hidup beliau dengan alqur'an. Beliau banyak bercerita tentang kisah hidup tentang keistimewaan alqur'an salah satunya mampu berkeliling 22 negara gratis karena asbab alqur'an dan mendapatkan beasiswa karena asbab al'qur'an serta membuat hidupnya yang tidak jelas menjadi jelas karena asbab alqur'an. Tentu beliau juga memaparkan bersamaan dengan dalil-dalil alqur'an dan hadist. Sekaligus dalam hal ini mengingatkan kita untuk terus menerus membaca alqur'an setiap hari minimal 1 ayat. Karena orang yang tidak pernah membaca alqur'an diumpamakan seperti orang mati dan rumah yg runtuh. Riwayat dari Ibn Abbas ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya orang yang di dalam mulutnya tidak ada al-Qur’an bagaikan rumah yang runtuh.
Beliau memberikan juga pondasi dasar dalam menghafal alqur'an yaitu ada 5 pondasi dasar disertai dengan dalil-dalilnya. "Barang siapa yang menghafal alqur'an dengan melaksanakan 5 pondasi dasar ini. Saya jamin akan hafal 30 juz dan mutqin. Ini berlaku untuk semua orang (kalangan) tua maupun muda. Karena alqur'an tidak berkaitan dengan kecerdasan. Alqur'an ada didalam hati bukan di kepala" tegas beliau.
5 pondasi dasar tersebut adalah;
1. Bersihkan hati Dalilnya Q.S. Al-ankabut ayat 49 yang berbunyi:
بَلۡ هُوَ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ فِي صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ ۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِئَايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ
"Sebenarnya, (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami."
Beliau mengungkapkan" karena alqur'an ada didalam hati maka sebelum menghafal kita perlu untuk membersihkan hati".
2. Yakin bahwa menghafal alqur'an dimudahkan oleh allah swt. Dalilnya Q.S. Al-Qomar ayat 17, 22, 32, 40 dengan bunyi ayat yang sama:
وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٍ
"Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Beliau menerangkan "bahwa sudah tentu allah berjanji untuk memudahkan hambanya yang benar-benar dalam menghafal alqur'an".
3. Mujahadah ( bersungguh-sungguh) dalilnya Q.S. Al-ankabut ayat 69 yang berbunyi:
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
Beliau menjelaskan "didalam menghafal kita juga harus bermujahadah (bersungguh-sungguh). Maka dengan mujahadah itu kita akan mampu menghafal alqur'an" sesuai dengan qoul ulama' yang masyhur Manjadda wajada yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan (apa yang ia inginkan).
4. Qiyamullail dalilnya Q.S. Al-Muzammil ayat 1-5 yang berbunyi:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ
"Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!"
(QS. Al-Muzzammil 73: Ayat 1)
قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلًا
"Bangunlah (untuk sholat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,"
(QS. Al-Muzzammil 73: Ayat 2)
نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا
"(yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,"
(QS. Al-Muzzammil 73: Ayat 3)
أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا
"atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan."
(QS. Al-Muzzammil 73: Ayat 4)
إِنَّا سَنُلۡقِي عَلَيۡكَ قَوۡلًا ثَقِيلًا
"Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu."
(QS. Al-Muzzammil 73: Ayat 5)
5. Do'a dalilnya Q.S. Ghafir ayat 60 yang berbunyi
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡ
"Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu."
Maka yang terakhir adalah do'a. Beliau menekankan untuk menjaga 5 pondasi diatas untuk memudahkan menghafal dan menjaga alqur'an dalam kehidupan kita.
Semoga kita semua selalu mendapatkan taufiq dan inayahnya allah swt. (RDH)