Refleksi Thohir Yasin Menuju Usia ke-37; Membuka Lapangan Pekerjaan Bagi Masyarakat Sekitar
Berbicara pesantren, maka tidak lepas dari sistem pendidikan islam klasik dan tradisional yang begitu lekat dengan nuansa islami. Pesantren merupakan salah satu kunci pearadaban suatu negara. Memajukannya, maka berarti memajukan dan mencerdaskan kehidupan dalam suatu bangsa. Dalam buku Api Sejarah Karya Ahmad Mansyur Surya Negara dikatakan bahwa “Pesantren adalah pemersatu bangsa. Indonesia saat ini hakikatnya merupakan kesinambungan masa lalu yang telah diletakkan oleh Ulama dan Santri.” Pesantren diharapkan pula menjadi salah satu penyangga terbesar perbaikan masyarakat muslim dalam hal aqidah, adab maupun kemajuan bangsa dalam segala bidang termasuk bidang ekonomi.
Seiring berkembangnya zaman, pesantren pun ikut berevolusi sesuai kondisi tanpa meninggalkan ciri khas dari kata “pesantren”. Mendengar kata pesantren bagi masyarakat umum maka yang terfikirkan langsung adalah tempat bagi para santri menuntut ilmu agama yang lekat dengan ketaatan dan pendidikan adab. Namun seiring berkembangnya zaman, pesantren sudah mulai mengikuti zaman yanng semakin modern, menghilangkan label pesantren hanyalah sekolah kuno hanya untuk kaum-kaum tertentu. Pesantren saat ini hadir untuk memenuhi kebutuhan pendidikan semua kalangan, mengikuti arus teknologi yang semakin berkembang pesat, pola pendidikan modern tanpa menghilangkan nilai keislaman didalamnya hingga kegiatan-kegiatan pengembangandiri santri yang ada didalamnya.
Jika kita mengingat kilas balik sejarah kemerdekaan Indonesia, maka dakwah Indonesia dimulai dari pesantren dan perdagangan. Islam masuk melaului pendidikan atau halaqoh-halaqoh kecil dan tersembunyi, begitupula masuk melalui jalur perdagangan antar pulau. Sehingga, dua poin ini tidak bisa terpisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia, dan tentu pesantren dan ekonomi adalah salah satu poin untuk memajukan negara islam.
Begitu pula dengan Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin yang ada di Desa Lendang Nangka Lombok Timur. Dengan jargonnya “Berkarakter Salaf Berfikir Modern” dengan makna memiliki metode pendidikan dengan kosnep pengajaran menggunakan kitab-kitab klasik para ulama terdahulu, sehingga pesantren ini berharap karakter santri tetap dengan karakter orang-orang salaf terdahulu. Begitu juga dengan berfikir modern bahwa santri saat ini tidak ketinggalan zaman, tiak kuno dan mampu berfikir kritis dan melek dengan kondisi sekarang. Sehingga konsep digitalisasi pesantren, penerapan teknologi yang ada dipesantren mampu diwujudkan secara perlahan hingga di usianya yang ke-37 tahun. Maka selaraslah jargon berfikir salaf berkarakter modernya PPSM Thohir Yasin, dengan pola pendidikan klasik namun tetap mengikuti perubahan zaman dengan pemikiran yang modern. Tersebab itulah, poin berfikir modern pesantren ini terapkan juga di lini ekonomi pesantren.
Thohir Yasin menuju usia ke-37 Tahun pun terus berusaha memberikan yang terbaik bagi semua pihak, baik pihak internal secara khusus, maupun pihak eksternal secara umum. Pihak internal meliputi santri, tenaga pendidik, pegawai dan semua civitas terkait sampai saat ini Thohir Yasin mencoba memberikan pelayan terbaik, baik dari segi pendidikan, pelayanan fasilitas, amupun kesejahteraan tenaga pendidik dan pegawai yang ada didalamnya. Sebaliknya, pihak eksternal Thohir Yasin pun dirasa sangat perlu untuk diberikan perhatian penuh, mengingat bahwa pesantren ini bukan berorientasi kepada profit oriented melainkan kepada benefit oriented, maka dirasa perlu bahwa masyarakat sekitar mampu merasakan manfaat dari Thohir Yasin sendiri.
Dalam hal ini, maka poin pesantren dan ekonomi dalam era saat ini adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak bisa terlepaskan. Berbicara kesejahteraan pihak-pihak yang terlibat di pesantren, maka poin ekonomi adalah hal pokok yang melekat dalam diri pesantren. Ekonomi yang berarti bahwa bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidup menggunakan sumber daya yang tersedia disekitar, maka tentulah hal ini pula yang digaungkan di banyak pesantren untuk terus memberikan yang terbaik.
PPSM Thohir Yasin hingga saat ini selain fokus di hal pendidikan, juga fokus di pengembanagn ekonomi pesantren salah satunya di unit Bumpes. Jauh sebelum Bumpes Thohir Yasin berdiri, sebelumnya telah ada koperasi Thohir Yasin. Seiring berjalannya waktu, November 2021 Thohir Yasin Mart resmi di buka untuk mempermudah kebutuhan santri di lingkup pondok. Maka dengan hadirnya Thohir Yasin Mart ini, mempermudah santri dalam memenuhi kebutuhan harian, dan memberikan peluang besar bagi masyarakat sekitar.
“Berbicara ekonomi, tidak terlepas dari segala sesuatau yang bersifat konsumtif dan produktif. Sehingga ada bagian unit-unit yang banyak menghasilkan uang, sehingga system holding yang ada dipondok ini, yang berjenjang dari koperasi hingga lahir Thohir Yasin Mart dan Bumpes, memanfaatkan kerja sama dengan perikanan, peternakan, pertanian. Sehingga siklus ini akan mempermudah kerja dipondok karena semua akan tepenuhi dari semua unit yang slaing melengkapi” Ungkap TGM. H Munawir selaku ketua Yayasan.
Dari data yang diterima Tim Koran Online, ada sekitar 8 unit usaha berada di bawah naungan Bumpes Thohir Yasin. Ini menandakan bahwa banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya Bumpes Thohir Yasin. Maka hadirnya Bumpes Thohir Yasin secara langsung memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Hadirnya Mart ini juga sebagai solusi lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dalam hal ini, salah satu pengurus pondok pesantren Thohir Yasin menyampaikan bahwa “agar pondok ini kita jadikan “Pondok Masyarakat”, sehingga masyarakat selalu dilibatkan dalam setiap pembangunan sarana pondok ataupun program kerja lainnya” ungkap H. Syamsul Hadi terkait dengan ekonomi pesantren.
Maka jika berbicara aturan santri yang sudah tidak diberikan jajan diluar pesantren, bukan semata untuk memberikan keuntungan sepihak bagi pesantren dalam hal peredaran uang santri yang dibelanjakan. Namun hadirnya Thohir Yasin Mart tentu membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mensuplai barangnya di tempat tersebut. Maka berbicara Thohir Yasin saat ini bukan hanya sekedar kebermanfaatan untuk pihak internal saja, tapi juga memberikan kebermanfaatan bagi pihak ekternal pesantren salah satunya umkm-umkm sekitar.
Dengan adanya Thohir Yasin Mart, pengurus yayasan berharap bahwa peredaran uang yang ada berputar dilingkup pesantren yang berujung untuk kebermanfaatan banyak pihak. Thohir Yasin Mart salah satu harapan dari Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Thohir Yasin. Kesejahteraan para guru dan pegawai sangat terbantu dengan adanya ritel tersebut.
Berkembangnya Thohir Yasin Mart hingga di usia yang menuju ke-37 tahun ini, sebagai salah satu ikhtiar Bapak Pimpinan untuk memberikan pelayanan terbaik untuk semua pihak dan tentu tidak hanya berhenti sampai dititik ini. Kalimat harapan dari Bapak TGH Ismail Thohir yang selalu beliau ingatkan kepada semua “InsyaAllah Thohir Yasin maju sampai hari kiamat” penuh dengan makna yang sangat luas. Sehingga poin ekonomi pesantren ini juga adalah harapan beliau untuk terus maju hingga hari kiamat. (RDH)